Adelia Fitri yg nama aslinya adalah Suratmi, orangnya kurus
dan agak item. Lahir tahun 1992.
Bajunya enggak pernah ganti setiap kami jalan, dan tercium
bau keringat kalau aku berada didekatnya. Bau baju yang enggak pernah ganti hahaha...
Setelah aku memberinya kado berupa kondom, waktu itu Suratmi
langsung beraksi.
Aku melumat bibir Suratmi dan rupanya dia tidak mau tinggal
diam dengan perlakuanku itu, dia membalas ciumanku itu dengan lidah dan sedotan
yang sangat ganas.
Aku meraba payudaranya dari luar. Rupanya dia tidak tahan
dan memasukkan tangaku kedalam bajunya.
Kuremas remas payudaranya dan kupelintir puting nya..
Bibirnya semakin menggila di bibirku..
Tak terasa dia sudah mengangkangiku. Dia mengangkat bajunya
dan memperlihatkan kedua payudaranya. Tanpa basa basi lagi langsung saja kusikat
susu nya, kuemut kanan kiri bergantian sambil kugigit gemas puting nya.
Lama juga aku bermain di payudaranya, ditutup dengan sesi
ciuman.
Aku telentang di kursi panjang bekas warung yang sudah
ditinggalkan pemiliknya di kebun raya.
Aku merengek padanya..
“yank.. sedotin nah....”
Dia tahu maksudku kalau aku ingin di oral, dia hanya
tersenyum dan langsung membuka resleting celana jeans ku.
Dengan sedikit perjuangan akhirnya keluar lah si otong, dan
langsung dilahap habis oleh Suratmi.
Ah sedotan bibirnya mantaaaaapppp.....
Entah apa yang ada dipikirannya...
Sepertinya dia sangat menikmati penis ku di mulutnya.
Dia menghisap dahsyat penisku..
Aku kelojotan menahan rasa nikmat sedotan nya...
Cukup lama dia menservis penis ku dengan sedotan
nikmatnya...
Ah... momen tak terlupakan
Kuberikan kondom yang kubeli, dan dengan cekatan Suratmi
memasang kondom itu dipenis ku.
Aku berdiri dan membuka celana jeans Suratmi.
Aku buka sampai lutut saja dan kusuruh dia berbaring di
kursi panjang itu.. dan jleb.. aku menghujamkan penisku kedalam vaginanya...
Ah nikmat..
Berbagai macam gaya aku lakukan bersama Suratmi waktu itu,
sampai akhirnya aku orgasme dan mengakhiri permainan nikmat bersama Suratmi waktu
itu, ditutup dengan saling cium dan peluk.
Ah...
Dan kami pun pulang jam 6 sore..
Hahaha...
