Dear diary...
Setelah menuliskan cerita tentang Gisella yang kedua dan berjibaku dengan kenangan masa laluku bersamanya. aku jadi teringat lagi tentang dirinya. malam itu tanggal 17 November 2015.
aku membuka file-file lama di komputerku berharap aku menemukan foto Gisella meskipun hanya satu saja.
tapi sayang..
tak ada..
Gisella sudah lama hilang dari ingatanku..
akhirnya kemarin, aku nekat mencarinya di facebook, karena aku beranggapan tidak mungkin seseorang seperti Gisella tidak memiliki akun facebook.
aku mulai mencarinya dengan mengetikkan nama aslinya..
yang muncul hanyalah aku kosong yang tak terurus.
akun itupun kukirimi pesan bahwa aku mencari seorang temanku yang bernama Gisella..
hampir seharian aku mencari facebook Gisella tapi tidak ada. dan akhirnya aku mencari di grup fakultas fisip tempatku kuliah. karena aku beranggapan bahwa pamannya gisella pasti punya facebook dan berteman dengan Gisella didalam fb, tapi tetap saja aku tidak bisa menemukannya.
frustasi...
akhirnya aku cari di google dengan namanya Gisella Fisip Universitas ********
akhirnya muncul beberapa nama, salah satunya sebuah blog yang bernama ******gisella.blogspot.com aku buru-buru membukanya; sebuah wajah muncul sebagai foto profil dari blog itu, dan wajah itu mirip sekali dengan Sella, tapi lebih dewasa. atau mungkin hanya efek kamera 360 pikirku.
saat itu aku masih tidak yakin, lalu aku membuka satu lagi halaman yang disarankan oleh Google.
sebuah halaman yang berisi jurnal ilmiah tentang kebudayaan masyarakat Tanah P****** dalam pengembangan Tari daerah. saat itu tertera bahwa penulisnya adalah Gisella.
Kamis, 19 November 2015
Selasa, 17 November 2015
Gisella : Foto Gisella (2)
beberapa hari setelah awal perkenalanku dengan Gisella aku baru tahu ternyata Sella seorang yang posessif dan over protektif.
dia selalu saja meneleponku hanya sekedar ngobrol tanpa arah tujuan, dan sering marah karena cemburu dan hampir setiap malam dia selalu saja memintaku untuk phones3x.
nah diantara obrolanku dengan Sella itu dia bertanya kepadaku "beiby kuliah dimana?" dan aku jawab aku kuliah di universitas ******** jurusan Fisipol.
"loh.. paman aku jadi dosen di fakultas itu loh.. namanya pak Badrodin..."
"ooohh.. jadi itu paman mu?"
tentu saja aku kenal dengan pak Badrodin, dia kan yang ngajar mata kuliah dasar-dasar kebudayaan dan sosial.
aku sering kerumah nya pak Badrodin hanya untuk mengerjakan tugas pendataan sosial di sebuah kelurahan.
dia selalu saja meneleponku hanya sekedar ngobrol tanpa arah tujuan, dan sering marah karena cemburu dan hampir setiap malam dia selalu saja memintaku untuk phones3x.
nah diantara obrolanku dengan Sella itu dia bertanya kepadaku "beiby kuliah dimana?" dan aku jawab aku kuliah di universitas ******** jurusan Fisipol.
"loh.. paman aku jadi dosen di fakultas itu loh.. namanya pak Badrodin..."
"ooohh.. jadi itu paman mu?"
Aku baru tahu kalau Gisella ternyata keponakan dari dosen ku
aku sering kerumah nya pak Badrodin hanya untuk mengerjakan tugas pendataan sosial di sebuah kelurahan.
Senin, 16 November 2015
Gisella : awal perkenalan (1)
Gisella ini adalah pacar pertamaku, dan dia adalah satu-satunya cewek yang over posessif dan paling beringas dalam urusan sex, dan bisa dikatakan bahwa dialah guru yang mengajariku berhubungan badan.
bayangin aja, dia sering nelpon tengah malam hanya untuk phonesex. katanya mem*k nya gatel dan minta di ent0t.
ya Gisella ini adalah tipe cewek yang paling vulgar dalam hal omongan. dia nggak ragu ngomong ngent0t, atau menyebut mem3k dengan gamblang tanpa perasaan malu.
itulah si Sella, nama panggilan nya.
awal pertemuan ku dengan Sella saat itu aku masih sering pergi kewarnet hanya untuk bermain Mirc. ya biasalah buat cari kenalan dan akhirnya aku ngajak ngobrol seorang dengan Nick Sella. Nama Aslinya Gisella, saat itu dia masih duduk dikelas 2 SMA di kota "G", kota itu jaraknya jauh sekali dari kotaku. sekitar 6 jam perjalanan.
setelah obrolan yang sangat singkat itu (mungkin sekitar setengah jam) aku mengakhiri oborlan itu dengan meminta nomor handphone nya. dan diapun memberiku sebuah nomor handphone.
keesokan harinya iseng aku sms dia, dan eh nggak taunya dia malah nelpon balik. dan akhirnya kamipun ngobrol.
aku memanggilnya dengan sebutan "adek". dan diapun enggak keberatan sewaktu aku panggil dengan sebutan adek.
sungguh perasaan ku sungguh berbunga2 pada waktu itu karena ini pertama kalinya aku bisa dengan mudah menggombal cewek. biasanya cewek pada nyinyir dan kabur setelah aku gombal.
ffffffffaaaaaaaaaaakkkk...
bayangin aja, dia sering nelpon tengah malam hanya untuk phonesex. katanya mem*k nya gatel dan minta di ent0t.
ya Gisella ini adalah tipe cewek yang paling vulgar dalam hal omongan. dia nggak ragu ngomong ngent0t, atau menyebut mem3k dengan gamblang tanpa perasaan malu.
itulah si Sella, nama panggilan nya.
awal pertemuan ku dengan Sella saat itu aku masih sering pergi kewarnet hanya untuk bermain Mirc. ya biasalah buat cari kenalan dan akhirnya aku ngajak ngobrol seorang dengan Nick Sella. Nama Aslinya Gisella, saat itu dia masih duduk dikelas 2 SMA di kota "G", kota itu jaraknya jauh sekali dari kotaku. sekitar 6 jam perjalanan.
setelah obrolan yang sangat singkat itu (mungkin sekitar setengah jam) aku mengakhiri oborlan itu dengan meminta nomor handphone nya. dan diapun memberiku sebuah nomor handphone.
keesokan harinya iseng aku sms dia, dan eh nggak taunya dia malah nelpon balik. dan akhirnya kamipun ngobrol.
aku memanggilnya dengan sebutan "adek". dan diapun enggak keberatan sewaktu aku panggil dengan sebutan adek.
sungguh perasaan ku sungguh berbunga2 pada waktu itu karena ini pertama kalinya aku bisa dengan mudah menggombal cewek. biasanya cewek pada nyinyir dan kabur setelah aku gombal.
ffffffffaaaaaaaaaaakkkk...
Kamis, 12 November 2015
Tante Selly dan jeratan utang rentenir
berita duka datang dari adik ibuku,
namanya Tante Selly.
lebih dari setahun yang lalu dia meminjam uang Rp 5.000.000 kepada koperasi keliling alias rentenir.
dan dia selalu ditagih oleh para rentenir itu setiap minggunya.
bayangkan saja, pinjaman Rp 5.000.000,- harus dibayar Rp 6.500.000. dan kalau tidak bisa melunasi cash harus bayar bunga sebesar Rp 100.000. / hari. dan si rentenir itu akan datang seminggu sekali setiap hari selasa. di hari itu dia kana bertanya. apakah mampu membayar Rp 6.500.000,- cash? jika tidak maka Tante Selly harus membayar bunga Rp 700.000. setiap minggunya
benar-benar menjerat.
namun sayangnya tante Selly tidak transparan kepada suaminya.
dia menutupi semua itu sehingga suaminya tidak mengetahui kalau dia memiliki pinjaman dengan rentenir.
namanya Tante Selly.
lebih dari setahun yang lalu dia meminjam uang Rp 5.000.000 kepada koperasi keliling alias rentenir.
dan dia selalu ditagih oleh para rentenir itu setiap minggunya.
bayangkan saja, pinjaman Rp 5.000.000,- harus dibayar Rp 6.500.000. dan kalau tidak bisa melunasi cash harus bayar bunga sebesar Rp 100.000. / hari. dan si rentenir itu akan datang seminggu sekali setiap hari selasa. di hari itu dia kana bertanya. apakah mampu membayar Rp 6.500.000,- cash? jika tidak maka Tante Selly harus membayar bunga Rp 700.000. setiap minggunya
benar-benar menjerat.
namun sayangnya tante Selly tidak transparan kepada suaminya.
dia menutupi semua itu sehingga suaminya tidak mengetahui kalau dia memiliki pinjaman dengan rentenir.
Langganan:
Komentar (Atom)
