Senin, 16 November 2015

Gisella : awal perkenalan (1)

Gisella ini adalah pacar pertamaku, dan dia adalah satu-satunya cewek yang over posessif dan paling beringas dalam urusan sex, dan bisa dikatakan bahwa dialah guru yang mengajariku berhubungan badan.
bayangin aja, dia sering nelpon tengah malam hanya untuk phonesex. katanya mem*k nya gatel dan minta di ent0t.
ya Gisella ini adalah tipe cewek yang paling vulgar dalam hal omongan. dia nggak ragu ngomong ngent0t, atau menyebut mem3k dengan gamblang tanpa perasaan malu.
itulah si Sella, nama panggilan nya.
awal pertemuan ku dengan Sella saat itu aku masih sering pergi kewarnet hanya untuk bermain Mirc. ya biasalah buat cari kenalan dan akhirnya aku ngajak ngobrol seorang dengan Nick Sella. Nama Aslinya Gisella, saat itu dia masih duduk dikelas 2 SMA di kota "G", kota itu jaraknya jauh sekali dari kotaku. sekitar 6 jam perjalanan.
setelah obrolan yang sangat singkat itu (mungkin sekitar setengah jam) aku mengakhiri oborlan itu dengan meminta nomor handphone nya. dan diapun memberiku sebuah nomor handphone.
keesokan harinya iseng aku sms dia, dan eh nggak taunya dia malah nelpon balik. dan akhirnya kamipun ngobrol.
aku memanggilnya dengan sebutan "adek". dan diapun enggak keberatan sewaktu aku panggil dengan sebutan adek.
sungguh perasaan ku sungguh berbunga2 pada waktu itu karena ini pertama kalinya aku bisa dengan mudah menggombal cewek. biasanya cewek pada nyinyir dan kabur setelah aku gombal.
ffffffffaaaaaaaaaaakkkk...



setelah telepon pertama itu, akhirnya Gisella sering menelpon aku hanya untuk ngobrol. aku dengan perasaan yang berbunga setiap kali di telepon oleh Sella dengan isengnya aku tidak lagi memanggilnya dengan sebutan "adek" tapi aku panggil dia dengan sebutan sayang.. dan justru dia nggak marah.
dia malah memanggilku dengan sebutan "beb" dan akhirnya kita malah sayang-sayangan lewat telepon... heahaha..
sampai akhirnya di suatu malam. Gisella minta ditelepon, dan akupun meneleponnya bertanya ada apa dan dia hanya menjawab enggak apa-apa cuma kangen aja.
dan terjadilah obrolan yang benar-benar nggak penting untuk ukuranku saat ini.
tapi bagian yang paling menyenangkan adalah disaat aku dengan nakalnya mencium Sella di telepon.. "muach.."
aku pikir dia akan marah, dan ternyata dia malah balas mencium.
lalu aku menggodanya lagi..
"kalau bisa beneran enak tuh ciumin sayang.."
"he-eh... pengen.. " terdengar suara lirih diujung sana yang sedang ingin dicium
desir nafsu ditubuhku seperti seakan mendidih..
"emangnya sayang mau ku cium beneran kalau nanti ketemu?"
"....mau...." dengan nada yang pelan suaranya terdengar...
"nanti ya sayang.. kalau sayang datang kekota S****** nanti sayang kuciumin sambil kupeluk..."

aku tidak lagi mendengar jawaban di telepon itu, yang kudengar hanya suara nafasnya yang mendesah.

"sayang....kok diam aja.."
"basah nah beb.... "
"apanya yang basah??.." saat itu aku masih polos dan tidak mengerti apa yang dia maksudkan.
"anuku...."
"apanya??.."
"tubuhku basah..." katanya sambil mendesah...
(sekarang aku masih tidak mengerti, mengapa rangsangan kecil itu bisa membuatnya horny dan mendesah? entahlah? di satu sisi aku juga bersyukur haha)
"kok bisa..." aku masih belum paham juga yang dimaksud Sella. dafuq haha...
".. ih beiby nih... mem3k aku basah karena sayang cumbuin dari tadi... aku lagi nafsu.."
"oh.. aku pikir apaan... hihihi.. sayang ku nih lagi nafsu rupanya.. dilanjutin aja sayang... biar tambah enak.."
"iyah sayang... ini juga aku lagi masukkan jari ke mem3k ku..."
"loh jangan dimasukin... entar perawannya hilang lohh..."
"enggak.. enggak apa-apa" katanya...

dan akupun lanjut menciumnya di ujung telepon itu. dan kudengar suara Sella pelan, tapi mendesah panjang... aaaaaaaahhhhh....
"sudah enak yang.... banyak yang keluar.." katanya..
jujur saat itu aku nggak mengerti apa yang dimaksud Sella dengan "banyak yang keluar" dan setelah aku bertemu langsung dengan Sella, barulah aku tahu kalau Sella itu ternyata tipe cewek yang mudah Squirt. alias ngompol sewaktu di ent0t.

setelah Sella merasa enakan dengan vaginanya aku lanjutkan dengan ngobrol kecil..
"sudah enakan yang..?"
"sudah beb.. enaaakk banget... makasih ya beb.. mmuach.."
"entar kalau ketemu kita ngent0t yuk...."
"iya dong.. harus itu.. mmuach..." sahutnya diujung telpon itu.
"eh ngomong2 bebeb ku udah keluar belum?" tanyanya di ujung telepon itu..
"keluar maksudnya??" tanyaku..
"spermanya di keluarin..." katanya setengah memaksa..
"ya belum lah.. jawabku....."
"ih curang... aku udah enak, bebeb ku enggak ngocok kont0l ternyata.. ayo cepetan dikocokin sampe ngecrot..!!" katanya diujung telepon dengan nada kesal.
akupun menuruti permintaannya dengan mengocok p3nisku sambil diujung telepon terdengar suara kecupan Sella di speaker telepon, sampai akhirnya aku orgasme dan muncrat..
"udah ngecrot nih say..." kataku...
"tumpahin dimana tadi..?" tanyanya..
"diatas perut kataku..."
"banyak nggak.?"
"lumayan.." jawabku..
"jangan dibersihin dulu..."
"kenapa?"
"mau ku emut..." katanya...
"banyak bekas sperma nih.. emang berani?" kataku..
"ya dicoba lah.... mmmuach... sini aku emutin kont0l nya bebeb... mmuach.."

aku jadi geli sendiri dengan perlakuan Sella itu.... geli-geli enak tentunya meskipun hanya lewat telepon...

"spermanya yang.. jilatin sampai bersih.." kataku nakal..
"iyah.. sini aku jilatin... mmmuach.... "

aku semakin geli dan bernafsu.. ternyata Sella nggak jijik dengan sperma.
dan malam itu aku tidur jam satu malam. ukuran yang terlalu larut untukku saat itu.

dan satu hal yang paling penting yang tidak pernah aku tanyakan dengan Sella pada waktu itu. "apakah Sella pernah melakukan hal itu dengan laki-laki lain?"
bahkan sampai aku dan Sella putusan pun aku enggak pernah menanyakan itu.

bah kenangan itu terlalu nikmat untuk dilupakan.
sampai sekarang pun aku amsih teringat phonesex dengan Sella.
eits.. itu baru phonesex nya loh...
sex benerannya belum aku ceritain huehehehehe....

next time aja lah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar