namanya Tante Selly.
lebih dari setahun yang lalu dia meminjam uang Rp 5.000.000 kepada koperasi keliling alias rentenir.
dan dia selalu ditagih oleh para rentenir itu setiap minggunya.
bayangkan saja, pinjaman Rp 5.000.000,- harus dibayar Rp 6.500.000. dan kalau tidak bisa melunasi cash harus bayar bunga sebesar Rp 100.000. / hari. dan si rentenir itu akan datang seminggu sekali setiap hari selasa. di hari itu dia kana bertanya. apakah mampu membayar Rp 6.500.000,- cash? jika tidak maka Tante Selly harus membayar bunga Rp 700.000. setiap minggunya
benar-benar menjerat.
namun sayangnya tante Selly tidak transparan kepada suaminya.
dia menutupi semua itu sehingga suaminya tidak mengetahui kalau dia memiliki pinjaman dengan rentenir.
selain itu pula kebodohan yang dilakukan tante ku, dia berhutang lagi kepada rentenir yang lain untuk membayar hutang kepada rentenir yang pertama, sehingga semakin dalam dia kepada jerit rentenir.
dan akhirnya pada pertengahan 2015 lalu pecahlah sudah.
akhirnya suaminya tahu kalau tante Selly berhutang banyak kepada rentenir.
padahal suaminya hanya bekerja sebagai buruh lepasan.
kehidupan rumah tangganya yang awalnya rukun dan damai menjadi tidak harmonis dan diisi dengan pertengkaran.
akhirnya pihak keluarga mencarikan solusi bagaimana menyelesaikan masalah ini.
saat di total-total, tanteku meminjam kepada 7 orang rentenir. dengan jumlah kesemuanya yang harus dilunasi lebih dari 60 juta!
beruntung suaminya punya paman yang mau meminjamkan uang sebanyak itu, lalu dibayar lunas lah semua rentenir itu. dengan perasaan dongkol tentunya.
nah berita duka yang baru ini (november 2015) datang lagi..
ternyata tanteku pinjam uang lagi dengan rentenir yang berbeda sebesar 4 juta.
habis lah tanteku kena sasaran marah dari saudara-saudaranya, terutama pamanku yang terkenal pemarah. sementara suaminya hanya diam saja seakan bertambah beban pikiran..
dan benar saja..
akhirnya suaminya stress...
ngomong sendiri..
tertawa sendiri...
sungguh ironi akibat berhutang dengan rentenir.
bagamana caranya bayar bunga sebesar 700ribu perminggu atau sama dengan 100ribu perhari? emangnya warung kecil bisa mendapat hasil 100ribu perhari?
tanteku memang orang yang 'agak-agak' nggak bisa mikir. yaaahh.. kalian tahu lah.. tipikal ibu-ibu yang bisa dengan mudah diperdaya.
======
plot twist alias keluar dari pembahasan utama
======
aku sempat terpikir, jika memang sudah tidak ada lagi uang untuk membayar rentenir itu, kira2-kira tanteku akan menjual apa lagi?
sebuah kalimat yang menyayat pernah keluar dari mulut tanteku..
"bagaimana lagi aku membayar utang itu.. aku jual diri saja lah..." katanya sambil terisak menangis.
imajinasi liar ku bermain dalam kesedihan tanteku sendiri.
terbayang jika suatu hari nanti dengan jeratan utang itu, sang rentenir datang menagih bunga Rp 700.000,- / minggu. lalu tanteku tidak bisa membayar nya.
sang rentenir dengan nakalnya berkata..
"bayar dengan 'pakai' saja... dua kali crot.. lunas lah bunga seminggu..."
imajinasi liarku membayangkan tanteku sambil terisak meng-iyakan permintaan rentenir itu.
tanteku harus melayani rentenir itu sampai dua kali ngecrot agar bunga seminggu bisa lunas..
dan minggu depannya sang rentenir akan datang lagi...
dijawab dengan pertanyaan yang sama.. "tidak ada uang untuk membayar bunga.."
dibalas dengan jawaban yang sama pula.. "bayar dengan 'pakai' saja.... dua kali crot.. lunas lah bunga seminggu..."
dan akhirnya setiap hari selasa tanteku membayar bunga rentenir dengan 'jasa pakai'...
itu baru satu rentenir..
bagaimana kalau rentenir nya ada dua? ada tiga? ada empat?
tanteku bisa menjadi budak seks para rentenir..
----------
ah biarkan saja khayalan gila itu ada didalam imajinasi liarku..
didalam kehidupan nyata aku SANGAT TIDAK INGIN itu terjadi pada tanteku dan seluruh keluargaku...
bagaiamanpun aku mengutuk keras kegiatan rentenir..
ingin rasanya kucincang dengan pedang para rentenir itu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar