Senin, 24 Agustus 2015

Tania sang mantan TTM (part 2)

alkisah aku sudah lama berteman dengan si Tania, rasanya masa-masa PDKT ini adalah masa yang sangat mendebarkan.
aku sering menatapnya dengan pandangan kosong sambil melamun. dan ketika ia membalas tatapanku aku melemparkan senyum ke arahnya, dan dia membalas dengan senyum manis dibibirnya.
aku juga udah nggak malu-malu lagi melemparkan gombalan meskipun banyak teman-teman yang sedang berkumpul, tapi apa daya rupanya teman-teman lain tidak mendukung perjuanganku.
sebut saja namanya sikampret, teman kerjaku juga..
dia lebih muda dan lebih tampan daripada aku.
rupanya sikampret ini juga naksir sama si Tania, dan teman-teman lebih mendukung perjuangan sikampret ini untuk mendapatkan hati si Tania.
ah dasar kau sikampret.

Tania sang mantan TTM

Malam tadi entah kenapa tiba-tiba termimpi oleh sesosok mantan TTM yang bagiku begitu eksotis, manja dan nafsuin.
Namanya Christania.
dia dulu kerja disebuah kantor bersamaku, namun sekarang dia sudah resign dan menikah dengan orang lain.
Christania ini adalah keturunan Tionghwa. tapi aku nggak rasis sih. bagiku kalau udah udah punya KTP Indonesia ya berarti dia orang Indonesia, meskipun nenek moyangnya dulu berasal dari negara luar sana. loh saya juga gitu toh? kita semua juga gitu toh? bukankah nenek moyang kita semua tidak berasal dari Indonesia? bahkan nenek moyang kita semua berasal dari surga! dia bernama Adam dan Hawa.
loh? kok ceritanya jadi nyasar gini sih...

okeh baidewai...
karena kulit saya item dan kulit si Tania ini putih, kira-kira itulah yang menyebabkan gagalnya hubungan TTM ini untuk bisa berlanjut ke level jadian yang resmi... eaaa,.... kena PHP.
Sebenarnya si Tania itu sendiri udah 'masang badan' buat saya, tapi karena saya ini orangnya alim jadinya hal itu tidak terjadi. ditambah lagi orangtuanya si Tania yang begitu rasis dan tidak bisa menerima sikulit hitam ini didalam keluarganya, jadinya ya begitulah...

Jumat, 21 Agustus 2015

MOS SLTP Mirip Acara Ulang Tahun Anak-Anak


Baru saja aku masuk SLTP dan seperti biasanya ada MOS alias Masa Orientasi Siswa. Inilah pengalaman pertama aku mengikuti MOS dan ternyata MOS itu tidak seseram yang diceritakan Bapakku.
Ehm.. sekarang aku baru mengerti kenapa MOS di SLTP tempatku sekolah dulu tidak seseram yang diceritakan orang-orang.
Karena SLTP tempatku sekolah itu bukanlah SLTP favorit.
Ya cuma SLTP swasta dimana siswa yang masuk dan mendaftar jumlahnya sedikit. Daripada siswa nya kabur karena MOS yang gila-gilaan, mending bikin MOS yang mirip acara ulang tahun anak-anak.
Jadi pada saat MOS itu, kakak kelas pada berdiri berkumpul didepan kelas dan memperkenalkan dirinya masing-masing dengan bahasa inggris.
“hallo, my name is Bambang”
“hallo, my name is Adul'
dan lain-lain..
lalu kemudian giliran kakak-kelas cewek yang memperkenalkan diri. Ada yang berdiri, dan ada pula yang memperkenalkan diri sambil duduk.
Yang dipikiranku saat itu adalah...
“sial.. kaya milih cewek yang mau di ho-oh aja nih...”
pada saat aku memutuskan untuk mengisahkan cerita ini, aku sempat berpikir. Aku dengan umur yang masih belia itu, kenapa bisa berpikiran yang aneh-aneh dan menganggap kakak kelas yang sedang memperkenalkan diri itu sebagai “cewek yang mau dipilih”
eaaa... insting cabul nya udah terlihat jelas...
sampai akhirnya ada kakak kelas cewek yang berkulit hitam manis. Dia memperkenalkan dirinya..
“hallo, my name is Palette..”

yang terpikir dalam benakku saat itu adalah...
“nama lo aneh banget cuwk....” hahaha..
dan sekarang aku baru tahu kalau Palette itu adalah nama untuk alas barang yang akan ditaruh digudang.

Lalu? Apa yang terjadi dengan MOS?
Tidak ada...

yang ada hanya kegiatan menyanyi dan bermain...
persis kaya acara ulang tahun anak-anak.

Jumat, 14 Agustus 2015

Ranger Pink Didalam Celana

dulu waktu aku masih kecil, entah tahun berapa dan umur berapa.
aku ngidol banget sama yang namanya ranger pink.
alasannya sederhana!
waktu dia berubah menjadi power ranger pink,kan dia pakai Rok Mini tuh..
entah kenapa aku horny aja liat dia pakai rok se-mini itu...
yang terlintas didalam pikiranku adalah, ranger pink pakai rok mini tanpa memakai celana...
jreng jreng.....
bingung?
sudahlah nggak usah dipahami.

nah suatu ketika di usia yang sangat belia itu (tsaelaaah..), aku memiliki sebuah kartu permainan bergambar ranger pink

Kartu Permainan Anak

saking ngidol dan nafsunya dengan ranger pink itu, maka kartu permainan bergambar ranger pink itu pun aku masukkan kedalam celana... dengan gambar tepat menghadap kepada si 'otong', lalu akupun pergi berangkat kesekolah.
jreng.. jreng...

sekarang setelah umur sudah tua seperti sekarang ini, aku baru terpikir...
apakah diriku sudah segila dan se-psycho itu sejak kecil?
sepertinya sih emang gitu...

Kencing Motif Ular di Halaman Sekolah

jadi ingat kejadian waktu saya masih kecil.
saya juga udah lupa itu kejadian tahun berapa.
yang jelas pada waktu itu masih liburan sekolah. jadi sekolah pada sepi.
yang ada cuma guru-guru yang tinggal di rumah dinas yang ada didalam komplek sekolah itu.
nah siang itu sekitar jam dua-an aku dan teman-teman pergi bermain kelereng di halaman sekolah.
cukup lama juga bermain kelereng di halaman sekolah itu, sampai akhirnya satu persatu teman-temanku pada pulang dan tinggallah aku sendiri.
karena bosan dan tak ada teman lagi, aku merasa sendirian dan pas banget waktu itu aku kebelet kencing.
langsung aja di tengah halaman sekolah aku keluarkan burung ku dan aku kencing ditengah halaman.
pikirku...
"ah nggak ada orang juga... nggak ada yang liat..."
karena halaman sekolah ku masih tanah kering berdebu, aku jadi melihat motif di aliran kencing ku. dan langsung saja aku menggerakkan burung ku sambil berjalan maju, sehingga air kencing yang jatuh ketanah membentuk pola huruf "S" atau bentuk nya seperti ular.
setelah selesai kencing aku melihat kepada hasil karyaku dan aku hanya tersenyum....
"eaaaa.... karya seni.."

akhirnya aku membereskan kelereng mainanku dan aku berjalan ke belakang sekolah, menuju ke arah rumah dinas para guru. dan ternyata disitu sudah ada Ibu erna dan anak perempuannya yang juga masih SD dan sekolah disitu juga...
trus itu bu Erna bilang gini..

"ih si Cabul.. kencing nya sambil jalan-jalan..."
bu Erna dan anaknya malah menertawakanku..

aku jadi malu...

ternyata ada aja yang melihat kelakuan cabul ku...

hahahaha....
bhangssssyaaaaattt......

Rabu, 12 Agustus 2015

Rok Mini Mary Jane

Alkisah ini sewaktu saya masih kelas 6 SD.
di usia yang begitu belia (halah) saya sudah bisa membedakan mana teman yang cantik dan yang tidak.
sebut saja namanya Mary Jane.
nama aslinya sih Meri, cuman aku saja yang memberi gelar Mary Jane. karena pada saat itu aku sedang tergila-gila dengan film kartun Spiderman.
bahkan aku sering memperagakan gaya Spiderman duduk diatas gedung. tsaelaaah...

Si Mary Jane ini orangnya cantik, kulitnya putih, tubuhnya langsing...
dia adalah teman sekelasku waktu kelas 6 SD.
aku begitu menyukainya sampai-sampai sebelum tidur akku selalu teringat wajahnya...

****haduuh... dasar bocah cabul...****

Sari Don't

Karena si Cabul hidup dalam lingkungan kampung, maka mandi disungai adalah hal yang biasa bagi tetangga si Cabul, termasuk si Cabul juga terbiasa mandi di sungai.

Sore itu tidak seperti sore biasanya.
kami bermain bola disebuah lapangan dekat rumahnya si Sari.
Sari sendiri adalah teman kami yang tidak mendapat gelaran seperti karakter Doraemon.
entah karena dia memang tidak mirip dengan karakter dalam film Doraemon atau apa entahlah..
yang pasti si Sari punya gelaran sendiri, dia diberi gelar Saridon, alias merk obat sakit kepala.

Ditengah permainan bola itu, temanku si Jafar mendadak berhenti beramain bola. dia berdiri dipinggir lapangan dan matanya menatap serius ke arah gang tempat rumah Sari berada.
merasa heran dengan keadaan itu, akhirnya teman-teman lain juga berhenti bermain bola dan menatap kedalam gang.. ada apa?
aku juga ikut mengejar dan berdiri melihat ada apa...

ternyata ada pemandangan *maknyus* yang sedang kami saksikan.
Saridont baru saja pulang dari mandi disungai, tapi dia tidak mengganti baju nya dengan pakaian kering. dia hanya mengenakan baju putih tipis basah yang membuat tubuhnya terjiplak jelas.... jelasssss...  jeeelaaaaaaaaaaassss...

tanpa pakaian dalam.. njiplak jeeelaasss.....

meskipun masih anak-anak.. tapi....

****ah ini postingan menjurus pedofil lagi****

yasudah begitu saja ceritanya..
lalu kemudian kami jadi ketagihan bermain bola didekat rumahnya Saridon.
tapi sayang sekali Saridon kemudian selalu berganti baju atau setidaknya mengenakan handuk kalau baru pulang mandi dari sungai..

eaaa.... penonton kecewa...

Sizuka

Alkisah sewaktu saya masih kelas 5 SD... entah usia berapakah saya pada waktu itu.
dikampung saya ada beberapa orang yang memiliki karakter seperti dalam film Doraemon.
ada seorang teman saya yang gendut, dia dipanggil dengan nama Giant.
ada teman saya, anak orang kaya, dia dipanggil dengan sebutan Suneo.
ada pula yang lugu dan selalu jadi bulan bulanan, dikasih gelar Nobita.
ada pula teman saya perempuan cantik, dengan rambut poni nya. diberi gelar Sizuka.
dan kalian seharusnya bisa menebak siapa yang diberi gelar doraemon?
orangnya gemuk, pendek, item... cabul.... ah sudahlah...

lalu pada suatu sore kami memainkan permainan.... entahlah permainan apa itu. sampai suatu ketika permainan kami becanda nya udah kelewatan. sampai lempar-lemparan dan membuang mainan milik teman yang lain.
kemudian giliran Sizuka yang entah ada angin apa mengambil mainan milikku dan hendak membuang nya ke selokan.
aku spontan saja memeluknya dari belakang..
maksudnya sih baik... agar Sizuka membatalkan niatnya untuk membuang mainan ku ke selokan...

tapi diantara niat baik itu ternyata ada kesempatan yang tak boleh disia siakan.
Sizuka, meskipun pada waktu itu masih kelas 5 SD, sama dengan ku, tapi bodynya udah mulai padat...

****astaga.. ini postingan menjurus pedofil ckckckck...****

yasudah, daripada postingan ini menjurus pedofil, mending singkat cerita saja..
inti dari cerita itu adalah, sicabul memeluk Sizuka dari belakang dengan maksud agar Sizuka membatalkan niatnya membuang mainan si Cabul. tapi ternyata si Cabul udah punya fikiran kotor... ya.. si Cabul memeluk Sizuka sambil mesam-mesem... merasakan sesuatu...


ahsudahlah...
****postingan selesai****

Kamis, 06 Agustus 2015

Ciuman Pertama

kalo kalian ciuman pertama sewaktu kalian kelas berapa? SMP? SMA?
kalau aku ciuman pertama malah lebih awal lagi.
Waktu Kelas 5 SD!!!
***buat para jones... kasiaaan deh lo***

ya.. maaf saja buat para penggiat aktivis kemanusiaan atau perlindungan anak. tulisan ini tidak bermaksud mengajari anak-anak yang lain untuk mengikuti jejak yang saya lakukan dulu. ini adalah kenyataan yang sebenarnya terjadi.

entah ada angin apa waktu itu sepupuku yang bernama Mia datang kerumah bersama orangtuanya.
eh bagusnya namanya disamarin aja kali ya?
ya sebut saja Mawar. biar nama aslinya nggak ketahuan.

****dafuq***

si Mawar ini lahir tahun 1991. mungkin waktu pertama ciuman denganku, dia sudah berumur 7 atau 8 tahun.
ya sudah cukup dewasa untuk mengerti apa sedang dia lakukan.

alkisah sore itu dia dan ibunya datang kerumahku, dan kami bermain bersama didepan televisi. sementara kedua orang tua kami asyik memasak di dapur.
akhirnya diantara permainan kami entah kenapa tiba-tiba aku sudah menindih sepupuku itu. saat itu sepupuku sedang tiarap dan aku sudah berada diatas nya. menindih. persis seperti dalam adegan film cabul dimana pemeran laki-laki sedang mencumbu pemeran wanitanya.
pada saat itu aku tidak merasa bahwa itu adalah sesuatu yang membuat nafsu. cuma sekedar permainan biasa, dan kami hanya tertawa karena aku sudah menindih sepupuku itu.
kemudian aku berpindah posisi. aku tiarap disampingnya dan kuarahkan bibirku ke bibirnya.. dan.. cipok...
ciuman bibir terjadi...
aku dan sepupuku menganggap itu hal yang lucu, dan bukan sesuatu yang aneh. kami pun bermain dan tertawa lagi...

sampai sekarang aku masih ingat ekspresi wajah sepupuku itu saat pertama kalinya kami berciuman...

daaamnn....
its a beautiful moment...

Rabu, 05 Agustus 2015

Tulisan Acakadut

ini cerita sewaktu saya masih sekolah kelas 5 SD, entahlah hari dan tanggal berapa. lupa!
pada waktu itu gurunya enggak datang jadinya kami asyik bermain diluar kelas.
segala macam permainan kami mainkan. tiba-tiba ada ketua kelas kami yang berteriak...
"oi... bul.... kamu nggak nyatet?"

kebiasaan guru jaman dahulu kalau lagi bosan ngajar pasti nyuruh muridnya nyatat dibuku. seorang juru tulis biasanya ditunjuk untuk menulis pelajaran didalam buku ke papan tulis sekolah. lalu kemudian siswa yang lainnya mencatat tulisan di papan tulis itu ke buku masing-masing. kegiatan ini juga biasa dikenal dengan nama CBSA (Catat Buku Sampai Abissss).

nah karena si ketua kelas tadi teriak-teriak memberi tahu kalau ada catatan dari ibu guru, akupun buru-buru masuk kedalam kelas dan kulihat satu papan tulis sudah penuh dengan catatan nggak jelas (**dan sampai sekarang nggak masuk di otakku itu catatan apa sih**).
aku langsung mengambil buku tulis ku dan mulai menyalin tulisan itu ke buku, kalau nggak disalin nanti bisa dimarahi guru.
langsung lah aku tulis dengan kecepatan super sehingga huruf nya tak berbentuk lagi apakah yang sebenarnya sedang aku tulis.
disela sela kesibukan menulis itu aku sempat memanggil teman ku yang bernama Kani.
"oi Kani, kamu nggak nulis? nanti dimarahin ibu guru"
"halah paling juga nggak diperiksa.." sahutnya
aku sempat terpikir kalau kegiatan tulis menulis ini adalah kegiatan sia-sia. (***dan ternyata dari segi ilmu memang benar sia-sia***)
sempat terpikir untuk berhenti menulis dan melanjutkan dengan teman-teman yang nakal lainnya. tapi aku urungan niatku dan terus saja menulis di buku.
jreng.. jreng..
sementara itu sudah dua lembar aku menulis dengan huruf cacing yang tak berbentuk, dan tiba-tiba temanku yang tadi bermain berlarian masuk kelas.
"ada ibu guru datang!!!"

semua pada sibuk!
yang sudah menulis dari tadi sih santai aja.
nah yang dari tadi sibuk bermin langsung kalang kabut
aku termasuk yang santai karena dari tadi sibuk menulis.
tiba-tiba ibu guru masuk dan memeriksa tulisan siswa.
ada beberapa yang kena omelan ibu guru. dan kemudian ibu guru menghampiriku untuk melihat tulisan ku..
jreng jreng...

ibunya hanya nyinyir melihat tulisanku yang kaya cacing...
lamaaa ibu guru itu melihat dan memperhatikan tulisanku.
dan akhirnya aku lolos... yeaaahhh...
aku nggak kena marah ibu guru..

tapi jauh didalam hati kecil ku, yang pada waktu itu masih anak-anak belum dewasa, ada satu pertanyaan yang sangat mendasar..
"gunanya mencatat habis-habisan di buku ini untuk apa sih?"

Senin, 03 Agustus 2015

Ada Pensil Diantara Tangan Kita

Ini yang terjadi waktu aku masih kelas 3 SD. meskipun masih belum cukup umur alias masih anak-anak, setidaknya aku sudah bisa membedakan mana teman cewek yang cantik dan mana teman cewek yang kurang cantik (kurang cantik : biar sopan) Pada jam istirahat yang namanya anak-anak jaman dahulu belum punya hape ataupun tablet. palingan juga gameboy... itupun anak orang kaya aja yang punya. jadi permainan yang kami mainkan adalah permainan lapangan semacam batu lele, klereng, asin naga, gaplek.... (eh. gaplek itu mainan apa sih?) dan lain sebagainya. sampai suatu ketika entah itu tahun berapa dan hari apa, saya sudah lupa. kami memainkan permainan yang mengharuskan setiap pemain berpegangan tangan dan membuat lingkaran. karena saya pada waktu itu sudah cabul. jadilah saya berdiri disamping teman cewek yang paling cantik saat itu... dan akhirnya kami pegangan tangan... jreng.. jreng... serasa melayang terbang bisa pegangan tangan dengan cewek tercantik dikelas.. kamipun akhirnya melanjutkan permainan sampai teman untuk berpegangan tangan terus berganti dan akupun nggak risih pegangan tangan dengan teman-temanku yang lain. sampai akhirnya giliran si... (waduh aku lupa namanya). intinya dia itu cewek yang kurang cantik dikelas kami. dan akhirnya aku ngotot nggak mau pegangan tangan dengan dia. aku bahkan mengancam akan berhenti bermain kalau masih harus pegangan tangan dengan dia. untungnya temanku itu bijaksana.. "nih ada pensil... kamu pegang pensil ini, dan si cabul pegang ujung pensil satunya.." taraaaa........... jadilah..... ada pensil diantara tangan kita... setidaknya permainan masih berlangsung karena aku nggak jadi berhenti..

Kolor Pink Balapan

Kisah gila yang pernah kualami yaitu adalah kolor yang balapan tapi maklum lah.. kejadian itu waktu aku masih SD. mulai dari kecil aku memang nggak dibiasakan pakai sempak. yang dibiasakan ya pake kolor gitu.. nggak ngerti juga kenapa gitu. trus bagusnya lagi, motif kolor yang biasa kupakai itu adalah motif bunga berwarna pink. Kalau sekarang teringat jaman kecil dulu pasti ngakak, paling nggak nahan tawa karena geli. Seiring dengan bertumbuhnya badan ini yang semakin besar, maka celana SD yang berwarna merah itupun semakin tinggi, sementara kolor dengan motif bunga itu masih panjang melebihi celana SD itu. akhirnya ya.. gitulah.. celana kolor motif bunga berawrna pink itu akhirnya nyembul balapan dibalik celana SD yang berwarna merah. Kebayang?? Sukur banget si Joni nggak ikut muncul dibalik celana SD. Kalau muncul nanti bisa bahaya.. nanti bisa dituduh sebagai anak cabul! (padahal emang punya bakat cabul) Mungkin kalau jaman sekarang aku sudah di bully habis-habisan cuma karena kolor dengan motif bunga warna pink!