ini cerita sewaktu saya masih sekolah kelas 5 SD, entahlah hari dan tanggal berapa. lupa!
pada waktu itu gurunya enggak datang jadinya kami asyik bermain diluar kelas.
segala macam permainan kami mainkan. tiba-tiba ada ketua kelas kami yang berteriak...
"oi... bul.... kamu nggak nyatet?"
kebiasaan guru jaman dahulu kalau lagi bosan ngajar pasti nyuruh muridnya nyatat dibuku. seorang juru tulis biasanya ditunjuk untuk menulis pelajaran didalam buku ke papan tulis sekolah. lalu kemudian siswa yang lainnya mencatat tulisan di papan tulis itu ke buku masing-masing. kegiatan ini juga biasa dikenal dengan nama CBSA (Catat Buku Sampai Abissss).
nah karena si ketua kelas tadi teriak-teriak memberi tahu kalau ada catatan dari ibu guru, akupun buru-buru masuk kedalam kelas dan kulihat satu papan tulis sudah penuh dengan catatan nggak jelas (**dan sampai sekarang nggak masuk di otakku itu catatan apa sih**).
aku langsung mengambil buku tulis ku dan mulai menyalin tulisan itu ke buku, kalau nggak disalin nanti bisa dimarahi guru.
langsung lah aku tulis dengan kecepatan super sehingga huruf nya tak berbentuk lagi apakah yang sebenarnya sedang aku tulis.
disela sela kesibukan menulis itu aku sempat memanggil teman ku yang bernama Kani.
"oi Kani, kamu nggak nulis? nanti dimarahin ibu guru"
"halah paling juga nggak diperiksa.." sahutnya
aku sempat terpikir kalau kegiatan tulis menulis ini adalah kegiatan sia-sia. (***dan ternyata dari segi ilmu memang benar sia-sia***)
sempat terpikir untuk berhenti menulis dan melanjutkan dengan teman-teman yang nakal lainnya. tapi aku urungan niatku dan terus saja menulis di buku.
jreng.. jreng..
sementara itu sudah dua lembar aku menulis dengan huruf cacing yang tak berbentuk, dan tiba-tiba temanku yang tadi bermain berlarian masuk kelas.
"ada ibu guru datang!!!"
semua pada sibuk!
yang sudah menulis dari tadi sih santai aja.
nah yang dari tadi sibuk bermin langsung kalang kabut
aku termasuk yang santai karena dari tadi sibuk menulis.
tiba-tiba ibu guru masuk dan memeriksa tulisan siswa.
ada beberapa yang kena omelan ibu guru. dan kemudian ibu guru menghampiriku untuk melihat tulisan ku..
jreng jreng...
ibunya hanya nyinyir melihat tulisanku yang kaya cacing...
lamaaa ibu guru itu melihat dan memperhatikan tulisanku.
dan akhirnya aku lolos... yeaaahhh...
aku nggak kena marah ibu guru..
tapi jauh didalam hati kecil ku, yang pada waktu itu masih anak-anak belum dewasa, ada satu pertanyaan yang sangat mendasar..
"gunanya mencatat habis-habisan di buku ini untuk apa sih?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar