Selasa, 01 September 2015

Tania sang mantan TTM (part 3)

Rupanya perjuangan sikampret dalam mendapatkan hati Tania tak surut jua. ditambah lagi dengan dukungan teman-teman kepadanya membuat sikampret semakin berada diatas angin.
aku sebenarnya tak ragu karena aku yakin si Tania lebih memilih aku daripada sikampret.
tapi rasa percaya diriku langsung sirna setelah aku berfikir..
emangnya aku siapa?
kalo si Tania lebih memilih sikampret gimana????
aku kan bukan siapa-siapa nya si Tania....!!???

AaaaaaaAAAaaaarrrrgggggghhhhhhhhhhhhh....



pagi itu juga jam 9 aku langsung menemui Tania di mejanya, dengan alasan membahas pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu penting. disela obrolan itu aku memberanikan diri untuk mengajaknya keluar makan siang di sebuah rumah makan didekat kantor. bagai gayung bersambut! Tania mau aja aku ajak makan siang bareng.

siang itu aku sudah tak sabar menunggunya.
akhirnya jam 12 siang Tania datang menemuiku dan kamipun jalan bareng keluar kantor menuju sebuah rumah makan di dekat kantor.
banyak mata yang melihat aku jalan (kaki) bareng berdua aja sma Tania...
tapi nggak ada yang heboh...
kuamfreeetttt....
semua berlagak biasa aja seolah Tania sedang jalan sama teman cewek...
huasssyuuuu......

ya tapi enggak apa-apa lah..
kami makan siang berdua, dan aku duduk disamping Tania.
entah kenapa pada waktu itu, aku tiba-tiba ingin memanggilnya dengan sebutan "sayang"
what the hell??
entah kenapa..
tiba-tiba aja gitu..
ada rasa yang berkecamuk..
ada sebuah ungkapan yang harus segera disampaikan...
di satu sisi aku juga takut ia marah karena kupanggil sayang..
ah....
nekaaaattttt......!!!

ehm..
"sayang... mau pesan apa?"
 dengan wajah yang tak tahu menahu... aku cuek aja mengucapkan kalimat itu walaupun sebenarnya aku deg-degan juga menunggu reaksi Tania.
aku melihat wajahnya agak kaget mendengar apa yang baru saja aku ucapkan.
aku berfikir positif aja.. palingan juga dia menganggap aku bercanda.

"mmm... aku makan nya lalapan aja deh..." sahut nya mencairkan suasana

akupun memesan makanan dengan pemilik rumah makan, dan kembali ngobrol dengan Tania. ya obrolan sederhana seperti "panas ya hari ini..", "banyak nggak kerjaan kamu tadi.." bla.. bla.. bla...

aku menatap wajahnya dan mengerenyitkan wajah ku tanda mengejeknya, Tania hanya tertawa kecil dan mencubit pipiku. karena dia mencubit pipiku agak lama, akupun memegang tangan nya agar melepaskan dari pipiku, tapi..... aku nggak melepaskan tangannya dari tangan ku hahaha..
lumayan kesempatan buat megang tangan gebetan.. aseek..

dan akhirnya kami berpegangan tangan...

"kamu nggak takut ya?"
"takut apa?"
"takut kepergok sikampret kalo lagi berduaan sama aku? haha"
"iiissshh....." lagi lagi Tania nyubit perutku... dan kamipun hanya tertawa
tiba-tiba Tania melontarkan pertanyaan yang memang sudah aku tunggu-tunggu

"kenapa sih ngomongin itu terus? kamu marah ya kalo aku jalan sama sikampret?"
jreng..  inilah pertanyaan yang aku tunggu-tunggu. ibaratkan umpan lambung yang ditunggu seorang striker untuk dapat mencetak gol... eaa... langsung aja aku sambar dengan jawaban..

"iyalah aku marah... siapa juga yang nggak marah kalo yayang nya diajak jalan sama orang lain?"
aku melihat wajah Tania memerah dengan senyum simpulnya. aku juga menahan senyum melihat wajahnya yang gemesin itu.

"iya udah.. enggak lagi kok..." sahutnya...

jreng... jreng... bagai terbang keangkasa mendengar jawabannya itu. aku sungguh bahagia sekali sampai tak bisa tergambarkan dengan kata-kata.

"Tan.... aku.. sayang kamu..."
 Tania hanya memonyongkan bibirnya sedangkan alisnya mengkerut menatapku
"...gombal..." katanya sambil menjulurkan lidahnya..
aku hanya terdiam dan menatap matanya terus.
rupanya ia grogi ku tatap terus matanya, dia tertawa kecil lalu merangkul lengan kanan ku sambil pipinya bersandar di bahuku. aku bisa merasakan tanganku mengenai sedikit payudaranya. aku kaget dia seperti itu tapi disatu sisi aku juga senang sih hahaha...

Tania kembali menatapku lalu dia berkata..
"sayangku ini tukang gombal....."

uh.. rasanya mau terbang kelangit begitu mendengar Tania memanggilku dengan sebutan sayang..

secara tidak langsung ia sudah mengukuhkan aku sebagai kekasihnya...


**** ah atau mungkin itu cuma perasaanku saja ****

bagi kamu yang penasaran dengan sosok Tania, bisa intip disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar