alkisah dari hasil ciuman virtual melalui telepon itu akhirnya aku dan Tania bisa juga ciuman beneran.
awalnya sih malu-malu dan hanya kecupan singkat ujung bibir, tapi kemudian berakhir dengan ciuman basah diseluruh bibir hahahaha...
pertama kali aku mencium singkat bibirnya itu sewaktu kami menonton bioskop di suatu malam minggu.
lalu malam sabtu yang selanjutnya aku bingung dan stuck nggak tau mau ngajak Tania kemana. trus iseng aja aku tanyain Tania,
"daripada bingung mending kita kehotel aja... hehe.."
"idih mau ngapain ke hotel..."
"ah nggak becanda aja.."
"emang nya kamu berani ngajak aku kehotel?" tanya Tania
"ya berani lah...."
"ayuk aja kalau kamu mau..."
awalnya aku juga nggak yakin Tania beneran mau aku ajak kehotel tapi setelah aku tanyakan dengan sejelasnya ternyata beneran dia mau diajak kehotel, tapi dengan syarat "cuma kelonan" dan enggak "masuk"
dan akhirnya malam minggu itu aku ngajak Tania ke sebuah hotel di kota kami.
kami cekin jam 2 siang dan cekout jam 10 malam.
lalu, siapa bilang kejadian di hotel itu cuma kelonan?
awalnya si cuma pelukan sambil baring dikasur sama nonton tv, trus ngobrol2 singkat.
eh berlanjut deh ciuman bibirku mendarat di keningnya.
dibalas dengan bibirnya mencium pipiku, lalu berlanjut dengan ciuman basah sepasang bibir dengan penuh nafsu, aku langsung berada diatas Tania, menindihnya dan menciumi lehernya. kuraba kedua payudaranya, sambil kuciumi dari luar bajunya.
rupanya Tania gelisah, lalu tanpa disuruh dia 'mengeluarkan' kedua payudaranya dari dalam bajunya. tanpa pikir panjang lagi, langsung saja kuhisap kedua puting nya dan kumainkan payudara nya, lalu turun ke vaginanya. kujilati vaginannya dan terdengar desahan nafsunya begitu menggebu pertanda bahwa dia sangat menikmati permainan lidahku di vaginanya.
kemudian aku minta gantian agar dia menghisap penisku.
rupanya tanpa pikir panjang lagi dia langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku lalu mengulumnya..
ah nikmatnya hisapan Tania di penisku dan cukup lama juga dia melakukan oral di penisku...
yah begitulah ceritanya...
akhirnya kami berdua udah telanjang bulat, penisku sudah berada tepat didepan vaginanya, menggesekkan kepala penis ku ke klitorisnya, kulihat Tania sudah sangat keenakan, matanya merem-melek merasakan kepala penisku bermain di clitorisnya.
aku hanya memerlukan persetujuannya untuk masuk. Tania terlihat ragu-ragu untuk menyerahkan keperawannan nya padaku.
aku tahu dia sudah sangat kepingin untuk dimasuki, tetapi dia masih ragu antara nikmat dan berbagai macam pikirian tentang masa depan nya dengan keperawanannya itu.
karena dia sudah menolak, akhirnya nafsuku turun dan tidak menggebu lagi untuk menyetubuhinya.
pikiranku juga berkecamuk.
Aku tidak ingin menghancurkan harapan dan masa depan orang yang kusayangi, karena aku tahu
aku juga akan kesulitan untuk menikahi Tania, karena bukan rahasia umum jika orang keturunan Cina hanya akan menikahi sesama keturunan Cina juga.
lagian, aku juga udah pernah merasakan sex dengan Sella dan Suratmi, jadi nggak terlalu penasaran karena gagal nge-sex dengan Tania.
aku baring disampingnya, tatapanku hanya melihat ke plafon kamar hotel.
Tania memelukku dari samping dan menciumiku
"maaf ya sayang.. aku belum berani melakukan sex.. lagian tadi kan janjinya cuma kelonan.."
"iyah enggak apa-apa..." kataku..
aku balas mencium nya sambil memegang payudaranya...
"sayang.. tanggung nih... bikin aku ngecrot dong..." pintaku..
"caranya bagaimana.."
"sayang dudukin kontolku trus gesekin memeknya sayang sampai aku keenakan.."
"okeeeh... baiklah sayangku.... "
katanya sambil mencium ku lalu naik keatas tubuhku. Tania mengarahkan penisku ke vaginanya, tapi nggak sampai masuk, cuma diluar aja. penisku dilipat nya ke arah pusar ku lalu diduduki nya sehingga penisku bergesekan dengan bibir vaginanya. Tania lalu menggoyang pinggulnya maju mundur sehingga penis ku merasakan pijatan vaginanya dari luar. cukup lama juga dia menggoyang seperti itu dan akhirnya aku pun orgasme.
kutarik tubuhnya kepelukanku dan kuciumi pipinya..
"ah sayangku.. cintaku.. enaaak bgt,.." bisikku di pipinya..
hari itu kami mandi bareng, lalu dilanjutkan dengan nonton tv sambil bugil bareng dikamar hotel sambil raba-raba tubuh Tania yang montok dan bugil itu. sampai akhirnya aku horny lagi. penis ku masih kecil tapi aku udah horny lagi. aku minta Tania untuk melakukan oral di pensiku, dan dia mau aja melakukannya. enak banget hisapan Tania di penisku dan aku suka itu. dan akhirnya penisku kembali tegang. aku malah bingung mau diapakan karena Tania nggak mau 'dimasuki'. yasudah daripada bingung langsung aja aku bilang..
"sayang.. emutin sampe ngecrot naaahh..."
"enggak mau ah jijik... spermanya bau.."
"yaudah kocokin pake tangan aja.."
Tania setuju dengan permintaanku. tapi kemudian aku berubah pikiran, aku ingin menikmati vaginanya itu dengan mulutku. kuminta dia melakukan posisi 69, dia bilang risih kalau harus menyodorkan vaginanya ke wajahku, tapi aku bilang enggak apa-apa, akhirnya dia naik juga ke atasku, disodorkannya vaginanya kewajahku dan kujilati clitoris dan vaginanya.
terasa banget perbedaan saat Tania merasakan nikmatnya hisapan ku di clitorisnya.
saat Tania merasakan kenikmatan di vaginanya, hisapannya di penisku juga terasa semakin kencang.
aku semakin bernafsu menjilati vaginanya sampai akhirnya aku merasakan akan orgasme, dan croot aku muncrat di mulut Tania.
Tania terkejut dan spontan dia mencubit pahaku, tapi penisku nggak dilepas dari mulutnya. sesaat kemudian setelah nggak ada lagi sperma yang keluar, Tania langsung meludahkan spermaku diatas perutku. dengan tampang kesal dan marah Tania mencubit seluruh tubuhku. aku hanya tertawa lalu kemudian memeluk dan mencium bibir Tania.
Tania langsung pergi kekamar mandi, kumur-kumur trus langsung sikat gigi.
aku mencuci tubuhku dengan air.
rupanya Tania masih kesal dan terus mencubit tubuhku.
kubawa dia kekasur, kuajak baring dan kuciumi tubuhnya dari atas sampai ke vaginanya, dan ku emut lagi vaginanya sampai Tania bilang vaginanya ngilu..
akhirnya sampai pulang dari hotel itupun Tania masih aja ngambek karena aku ngcrot dimulutnya hahaha...
itu pengalaman ku kehotel bersama Tania. minggu depannya kami kehotel lagi, melakukan hal yang menyenangkan lagi meskipun nggak ngesex tapi tetap bikin nafsu.
nah sepulangnya dari hotel yang kedua kali itu, rupanya ortu Tania sudah mencium gelagat bahwa Tania udah pacaran sama aku.
ortunya ngajak aku ngobrol.
bahasa pembicaraan itu sih halus aja, orang tuanya tetap tersenyum dan enggak marah-marah tapi inti pembicaraan itu tetap...
"Jangan pacaran sama Tania!!"
dalam minggu itu juga Tania memberitahuku, bahwa kedua orangtuanya ingin dia bekerja di perusahaan milik teman orang tuanya yang ada di Surabaya. yang artinya Tania akan resign dari kantorku dan aku tidak akan bertemu dengannya lagi.
aku sudah membujuknya agar tidak mengikuti keinginan orangtuanya, tapi rupanya dia juga galau.
akhirnya sebulan terakhir bersama Tania, aku hanya bisa mengajaknya jalan pada saat makan siang. itu adalah hari-hari terakhir yang sangat menyedihkan bagiku dan Tania.. beneran galllaaaaauu....
dan sampai sekarang aku tidak pernah bertemu lagi dengannya.
telepon nggak diangkat..
sms nggak dibalas..
konon kabarnya dia sudah menikah..
entah dengan siapa..
selamat tinggal Tania...
kamu akan tetap menjadi kenangan yang tak akan kulupakan dalam hidupku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar